Merti Dusun

Di Kalurahan Sindumartani, tradisi syukur tak hanya terpusat di tingkat Kalurahan, tetapi juga berakar kuat di setiap padukuhan melalui ritual Merti Dusun. Kegiatan ini adalah perwujudan syukur yang lebih intim dan spesifik untuk merawat identitas lokal dan memohon keselamatan bagi lingkungan mereka.

Merti Dusun biasanya diselenggarakan di lokasi yang memiliki nilai historis atau spiritual bagi warga, seperti sumur tua yang ada di Padukuhan Kentingan. Acaranya padat makna, seringkali diawali dengan ritual bersih, dilanjutkan dengan kenduri (syukuran) dan doa bersama.

Puncak acara Merti Dusun ditutup dengan pentas budaya yang menghadirkan semangat kearifan lokal. Kegiatan budaya sering dipadukan dengan nilai-nilai keislaman, seperti pementasan Wayang yang disisipi pengajian dan sholawatan. Tradisi ini sberhasil membangkitkan kembali semangat gotong royong dan memperkuat rasa memiliki, menegaskan bahwa ruh Jawa dan kebersamaan masih berdenyut kencang di setiap sudut Sindumartani. Salah satu Mesti Dusun yang dilaksanakan di Sindumartani adalah Upacara Adat Merti Dusun Mundut Tirto Wening Sumur Tiban di Padukuhan Kentingan.

Pengambilan Tirta Wening di mulai dari Sumur Tiban Wadon (Perempuan) oleh petugas yaitu juru kunci Sumur Tiban Wadon yang di sertai oleh para paraga (Petugas) antara lain : Tokoh Agama, Pembawa Kendi, Pembawa Sesaji, Pembawa gayung, Penimba Air.

Selanjutnya petugas memasuki plataran sumur untuk melaksanakan pengambilan air Tirta Wening tersebut, pengambilan air masih menggunakan timba tradisional atau biasa di sebut senggot.

Prosesi Pengambilan Air di Sumur Tiban Wadon

Urutan pengambilan air :

  1. Tokoh Agama berdo’a memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar acara ini dapat berjalan dengan lancar dan di barokahi.
  2. Petugas penimba air mulai mengambil air menggunakan timba senggot dan ember.
  3. Air yang di timba kemudian dituangkan ke dalam kendi menggunakan gayung.

Selesai pengambilan air kemudian petugas dengan membawa air Tirta Wening melanjutkan perjalanan menuju ke Sumur Tiban Lanang.

Dalam perjalanan petugas dikawal oleh pasukan Bregodo “Tirta Manggala” dengan di iringi tabuhan rebana dan lantunan sholawat Sumur Tiban oleh Kelompok Sholawat Asyifa. Sesampainya di sumur Tiban Lanang kemudian petugas melakukan prosesi pengambilan air Tirta Wening sebagaimana yang dilakukan pengambilan air Tirta Wening di Sumur Tiban Wadon, yaitu dimulai dengan berdo’a dilanjutkan menimba air lalu dituangkan ke dalam kendi yang kedua

Prosesi Pengambilan Air di Sumur Tiban Lanang

Selesailah sudah prosesi pengambilan air Tirta Wening sumur tiban Wadon dan Sumur Tiban Lanang. Petugas kemudian melanjutkan perjalanan menuju lapangan upacara untuk penyerahan air Tirta Wening kepada pemangku adat untuk selanjutnya diberi do’a. Selesai diberi do’a air Tirta Wening kemudian dipercikan dengan penuh khidmat kepada warga yang menyaksikan upacara. Semua yang dilakukan ini bertujuan agar dengan upacara pengambilan air Tirta Wening Sumur Tiban ini Allah Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan rahmatnya, diberikan air yang melimpah sebagai kebutuhan pokok sumber kehidupan dan mengharapkan turunnya air hujan yang dapat memenuhi kebutuhan untuk pertanian. Dengan demikian warga di Kalurahan Sindumartani menjadi bahagia, sejahtera sandang pangan, adil makmur gemah ripah loh jinawi

Merti Dusun Mundut Tirta Wening Sumur Tiban di Padukuhan Kentingan Kalurahan Sindumartani