Gepyok Pari
Gepyok Pari merupakan sebuah teknik perontokan bulir padi yang telah mengakar kuat dalam praktik pertanian tradisional di berbagai wilayah. Metode ini tergolong sebagai warisan leluhur yang dipertahankan oleh sebagian komunitas petani, bahkan di tengah penetrasi teknologi pertanian modern.
Secara esensial, gepyok pari adalah proses pemisahan gabah (bulir padi) dari tangkainya (malai) setelah proses panen, melalui mekanisme fisik yang repetitif. Implementasinya melibatkan pemukulan atau pembantinggan ikatan batang padi secara kuat dan berulang-ulang pada permukaan keras, yang umumnya berupa papan kayu (gepyok) atau alat sejenis yang dirancang khusus. Masyarakat Sindumartani masih menggunakan teknik ini untuk merontokan padi.
