Joglo Kademangan
Joglo adalah arsitektur rumah adat Jawa yang dikenal dari bentuk atapnya yang khas, yang berasal dari kata “tajug loro” yang berarti “dua gunung”. Rumah ini memiliki filosofi dan makna mendalam, dengan struktur yang kokoh dan terbagi menjadi beberapa bagian utama seperti pendapa, pringgitan, dan dalem. Dahulu, joglo hanya dibangun oleh kalangan bangsawan, tetapi sekarang telah digunakan oleh berbagai kalangan dan berfungsi sebagai simbol budaya.
Di Kalurahan Sindumartani terdapat Joglo Kademangan yang masih dijaga keasliannya hingga saat ini. Joglo yang terletak di Padukuhan Kejambon Kidul, Sindumartani ini dulunya merupakan salah satu tempat yang difungsikan untuk kademangan atau saat ini disebut Kecamatan/ Kapanewon. Pemilik joglo ini dulunya adalah seorang Demang yang sering dikenal dengan sebuatan “DEMANG BAGUS”.
Dahulu joglo ini digunakan untuk menerima tamu dari utusan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Selain fungsi kademangan jaman dulu juga sebagai tempat berkumpulnya para tokoh atau demang untuk merencanakan kesiapan dalam perang melawan penjajah ataupun PKI karena dalam buku Babat Pangeran Diponegoro juga tertulis Pangeran Diponegoro pernah singgah di Kademangan ataupun wilayah Padukuhan Kejambon Kidul.
Saat melawan PKI ada beberapa Tokoh Agama ataupun pejuang yang berkumpul di Kademangan salah satunya adalah Tokoh Agama dan pejuang dari Padukuhan Macanan Bimomartani yang di kenal dengan nama “Komarudin”.

Arsitek joglo yang masih dijaga keasliannya sampai saat ini