Kuliner Tradisional

Di Kalurahan Sindumartani, kehangatan pagi dan sore hari seringkali ditemani oleh aroma manis dari dapur-dapur warga, membawa kenangan akan cita rasa tempo dulu. Kekayaan tanah yang subur menghasilkan aneka bahan baku yang diolah menjadi jajanan tradisional kaya makna. Makanan-makanan ini bukan sekadar camilan, tetapi juga cerminan kearifan lokal dalam mengolah singkong dan ketan menjadi hidangan yang lezat dan mengenyangkan. Anda akan menemukan Getuk yang lembut dengan warna cerah dan parutan kelapa gurih; Sawut yang kasar namun manis legit, diolah dari parutan singkong; Lupis dari ketan yang kenyal, disiram saus gula merah kental; hingga Tiwul, makanan pokok masa lampau yang kini naik kelas menjadi hidangan otentik.

Setiap jajanan ini menyajikan kisah tentang kesederhanaan dan kebersamaan, menjaga rasa otentik yang tak lekang dimakan zaman di Sindumartani.

Klepon, Grontol, Timus, Cemplon produksi UMKM Sindumartani

Bahan Baku Pembuatan Kuliner Tradisional (Singkong)

Pohon Ketela masih banyak di tanam oleh warga

Di Sindumartani juga terkenal dengan Sentral Industri Tahu khususnya di Padukuhan Ngasem. Diantaranya Ibu Surati dan Ibu Maryati yang sudah puluhan tahun memproduksi tahu. Proses membuat tahu masih tradisional, yaitu mulai merendam, menggiling, dan memasak kedelai hingga menjadi bubur, lalu disaring untuk mendapatkan sari kedelai yang kemudian digumpalkan dengan bahan pengendap alami seperti cuka atau air jeruk lemon sebelum dicetak dan dipres agar padat, menghasilkan tahu yang lembut dan segar.