Reog

Kesenian reog “Turonggo Suro” berdiri sejak tahun 1913. Konon peralatan kesenian reog “Turonggo Suro” berasal dari Baki Prambanan Sleman tahun 1913, sehingga grup kesenian ini sampai saat ini sudah 100 tahun lebih. Pada masa silam reog “Turonggo Suro” setiap ada orang yang mempunyai hajat mantu ataupun midhang banyak yang nanggap reog “Turonggo Suro”. Midhang adalah hajatan dimana seseorang mengadakan syukuran “angon putu” di sebuah pasar. Pada waktu itu pasar yang biasa digunakan untuk tempat midhang yaitu pasar Jiwan Argomulyo Cangkringan.

Jumlah personil Kesenian reog “Turonggo Suro” berjumlah 24 orang, yang terdiri dari 1 orang pawang dan 23 orang pemain kesenian tersebut. Kesenian reog ini masih dilestarikan di dusun Pencar, Sindumartani.

Arak-arakan gunungan Pencar Sari dan Reog Turonggo Suro pada saat mengikuti Upacara Adat Hari Jadi Sindumartani

Bendhe (Kiri) dan Dhodhog (Kanan)

Alat Mestir dan Angklung (Dari Kiri ke Kanan)

Kuda Lumping, Topeng Temben dan Topeng Penthul, Bendera (Dari Kiri ke Kanan) Alat yang digunakan dalam Pentas Reog

Pertunjukan dimulai dengan bunyi seruling, dilanjutkan dengan membunyikan bendhe, kecrek angklung, dhodhog.Setelah itu barisan keprajuritan mulai berbaris membentuk 2 barisan dipimpin oleh masing-masing mestir dan kudakepang. Barisan keprajuritan tersebut selanjutnya berjalan menuju ke lokasi pertuntukan. Gerakan selanjutnya masing-masing barisan mengadakan gerakan maju mundur dilanjutkan masing-masing barisan mengadakan gerakan saling berhadapan, silang maju mundur terus kembali ke posisi semula.

Gerakan selanjutnya mestir mengelilingi barisan masing-masing. Selanjutnya masing-masing barisan membuat lingkaran kecil dua kali putaran untuk membuat lingkaran besar. Selanjutnya persiapan kedua mestir perang, dilanjutkan dengan gerakan kedua kudalumping perang. Gerakan selanjutnya masing-masing barisam membentuk barisan seperti semula.

Adapun tembem dan pentul bermainnya selalu mengiringi barisan masing-masing.Tugas tembem dan pentul selalu memberi dorongan dan semangat bagi mestir ataupun kudalumping disertai dengan tembang-tembang jawa

Beberan Reog Turonggo Suro saat Upacara Hari Jadi Kalurahan Sindumartani